E-PAPER
ARSIP
kabar soreang
Rabu, 19 juni 2013 00:15 WIB

Satpol PP Segel Hotel Ilegal

PASIRJAMBU (GM) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Bandung akhirnya menyegel salah satu bangunan hotel di kawasan Pasirjambu, Kab. Bandung. Kasatpol PP Kab. Bandung, Usman Sayogi menyebutkan, penyegelan dilakukan setelah pihaknya melayangkan tiga kali surat peringatan (SP) agar pihak pengelola segera mengurus perizinan.

"Akhirnya kami mengambil langkah tegas menyegel bangunan tersebut. Kami sudah memberikan waktu selama tujuh hari kepada pengelola agar segera membongkar bangunan tersebut secara sukarela," kata Usam di lokasi penyegelan, Selasa (18/6).

Dikatakannya, bangunan yang tidak berizin tersebut, yakni yang nantinya akan digunakan pengelola sebagai tempat pertunjukan. Namun bangunan tersebut tidak semuanya berada di atas bantaran sungai, sehingga pihaknya hanya meminta pengelola membongkar sendiri sebagian dari bangunan tersebut.

"Penyegelan ini menunjukkan keseriusan kami dalam penegakan perda, sekaligus pengendalian konservasi lingkungan dan tata ruang," tandasnya.

Usman pun menyebutkan, pihaknya telah mengidentifikasi 15 bangunan hotel dan restoran lainnya di wilayah Kab. Bandung yang diduga tidak berizin. "Tidak hanya bangunan ini, kami juga telah melakukan pendataan terhadap berbagai bangunan lainnya yang diduga tidak berizin. Namun sebelum kami segel, prosedur tetap kami tempuh dengan memberikan SP satu sampai tiga. Kalau mereka tetap membandel, maka akan kami bongkar paksa," tegasnya.

Menerima

Penanggung jawab hotel, Agustinus Hidayat menerima penyegelan tersebut. Pihaknya berjanji akan segera membongkar sebagian bangunan. "Kami terima dengan segala kerendahan hati. Ke depannya, kami juga akan segera memproses perizinan," katanya.

Namun, menurutnya, proses pengurusan izin lumayan lama. "Meski begitu, kami akan berusaha secepatnya memenuhi perintah Satpol PP," katanya.

Diberitakan, beberapa restoran dan hotel di sepanjang jalur wisata di kawasan Bandung Selatan, diduga berdiri tanpa Izin Pemanfaatan Tanah (IPT) dan Izin Pendirian Bangunan (IMB). Selain itu, ada di antaranya yang berdiri di sempadan Sungai Ciwidey.

Hal tersebut diakui Kepala Desa Cukang Genteng, Kec. Pasirjambu, Hilman S. Yusuf. Menurutnya, ada beberapa pengusaha yang seenaknya mendirikan bangunan untuk usaha tanpa mengajukan atau menempuh proses perizinan terlebih dulu. Seperti The Dreams Hotel and Restaurant di Jalan Raya Soreang-Ciwidey.
(B.81)**