E-PAPER
ARSIP
kabar soreang
Kamis, 18 april 2013 12:19 WIB

Pengungsi Korban Banjir Sudah Menempati Rusunawa

"Sekarang Lebih Manusiawi"

BALEENDAH (GM) - Sebagian para pengungsi korban banjir di rumah susun sewa (Rusunawa) Baleendah kini sudah menempati lantai dua. Sekarang tidak ada lagi pengungsi yang tinggal dibarak tenda, karena sebagian besar sudah menempati ruangan yang ada di Rusunawa Baleendah.

Salah seorang pengungsi Suryana (40) warga Kp. Cieunteung, mengatakan, dialihkannya para pengungsi yang awalnya di barak tenda, setelah ada kunjungan Mentri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono, beberapa waktu lalu. Beberapa hari kemudian, lanjut dia, pengelola gedung memberi ijin warga untuk mengisi setiap kamar hingga lantai dua.

"Kebanyakan warga yang mengisi kamar di lantai dua, adalah warga yang memiliki anak kecil maupun balita," ujar Suryana yang ditemui di Rusunawa Baleendah, Kab. Bandung, Kamis (18/4).

Walaupun demikian, kata dia, setiap kamar diisi oleh dua sampai tiga keluarga atau sekitar 15 - 20 jiwa.

"Ya, untuk sementara kami merasa diakui sebagai manusia karena sudah ditempatkan di tempat yang layak," tambahnya.

Atep (35) warga Kp. Andir, Kel. Baleendah menyebutkan, diijinkannya sebagian warga menempati setiap kamar di Rusunawa sedikitnya memberikan ketenangan dan lebih manusiawi. Pasalnya, kata dia, selama tinggal di barak tenda, banyak warga yang mengeluh sakit karena harus tidur di barak yang hanya dibatasi tenda.

"Sekarang, kami lebih nyaman dan aman sekalipun harus tidur berdesak-desakan," tambahnya.

Baik Atep maupun Suryana serta warga pengungsi lainnya berharap pemerintah pusat menyerahkan (serah terima) gedung Rusunawa kepada Pemkab Bandung. Menurut Atep, warga sudah tidak sabar untuk segera bisa menyewa kamar di Rusunawa.

"Kami sudah bosan tinggal di rumah yang setiap tahun digenangi banjir Sungai Citarum. Apakah pemerintah tidak melihat dan merasakan penderitaan kami," katanya.
kur