E-PAPER
ARSIP
kabar bandung
Kamis, 11 april 2013 01:19 WIB

Seleksi Bakal Caleg, DPC Hanura Kota Bandung Merasa Dizalimi

dok/GM
JLN. LINGKAR SELATAN (GM) - Menyusul terganjalnya nama Tedi Kurniawan dari daftar bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pusat maupun Jawa Barat, seluruh jajaran pengurus DPC dan PAC Hanura Kota Bandung akan mengajukan protes keras ke DPP.

"Kita akan sampaikan protes ke DPP, bahkan kalau perlu akan kita duduki sekretariat DPD Hanura Jabar untuk membubarkan tim seleksi bacaleg atas penzaliman ini," cetus Agus Budianto sekretaris PAc Hanura Batununggal di Sekretariat DPc Hanura Jln. Lingkar Selatan, Rabu (10/4/2013) malam.

Suasana panas, sangat terasa di ruang sekretariat partai yang diusung Wiranto tersebut. Masing-masing pengurus PAc menyampaikan kekecewaannya atas tidak lolosnya nama Ketua DPc Partai Hanura tersebut.

"Bagaimana partai ini dipercaya oleh masyarakat sebagai partai yang mendengar hati nurani rakyat, kalau hati nurani kadernya sendiri diperlakukan seperti ini," ungkap pengurus PAc lainnya.

Senada, Ketua PAc cibeunying Tety Garniawaty melontarkan nada yang tidak kalah keras."Secepatnya kita datangi DPD maupun DPP untuk menyampaikan protes keras atas penzaliman ini. Bagaimana mesin partai bisa berjalan, kalau suprastruktur partai sendiri tidak menghargai kader loyalnya," ungkap Tety seraya menyebutkan kalau pemilik wilayahnya diperlakukan seperti ini, bagaimana bisa mensosialisasikan Hanura kepada masyarakat.

DPD Partai Hanura Rabu siang memanggil tujuh bakal calon legislatif, diantaranya Ketua DPC Partai Hanura Kota Bandung Tedi Kurniawan. Namun, menurut Tedi, tanpa alasan yang jelas, ia dinyatakan tidak lolos seleksi untuk bacaleg untuk DPRD Jabar. Tedi sendiri awalnya mencalonkan untuk Dapil 1 (Kota Bandung dan cimahi) untuk DPR RI.

"Namun, tiba-tiba ada surat edaran dari pusat yang katanya ketua dan pengurus DPc tidak boleh mencalonkan diri untuk DPR RI. Setelah saya tanyakan ke DPP, mereka membenarkan itu, tanpa memperlihatkan surat edarannya. Namun pihak DPP sendiri menjamin, saya untuk pencalonan di DPRD Jabar," ujarnya.

Namun, ia dan beberapa bacaleg lainnya mengaku sangat kecewa ketika Rabu siang, dinyatakan tidak lolos seleksi bacaleg untuk DPRD Jabar. "Mereka tidak memberitahukan alasannya secara jelas, apa yang menyebabkan saya tidak lolos, dan ini sangat ironis sekali," ungkap Tedi yang sudah berkiprah di Partai Hanura sejak 2007 lalu ini.

Kekecewaan yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang wakil ketua DPD Partai Hanura Jabar Adam Yudha, "Kami minta DPP segera mengambil sikap untuk menyelamatkan Partai Hanura di Jawa Barat, karena tolak ukurnya sudah tidak jelas. Patut diduga ini ada permainan uang," tandasnya.
asd