E-PAPER
ARSIP
kabar soreang
Selasa, 17 september 2013 00:31 WIB

Sidang Pembunuhan Ricuh

Keluarga Korban Serang Terdakwa

BALEENDAH (GM) - Kericuhan mewarnai sidang lanjutan kasus pembunuhan sadis terhadap siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Baleendah, Ardi (16) di Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB), Senin (16/9). Keluarga korban serta puluhan teman-temannya menyerang para terdakwa. Mereka merasa dendam terhadap empat pelaku, yaitu AFB, APP, TR, dan BG yang masing-masing masih berusia 16 tahun. Keempatnya tercatat sebagai siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Baleendah, Kabupaten Bandung.

Sidang berlangsung tertutup, namun anggota keluarga korban dan teman-teman korban bergerombol di depan pintu keluar. Sidang sendiri berlangsung lebih dari dua jam untuk mendengar keterangan para saksi dan terdakwa. Tidak satu orang pengunjung pun yang diperbolehkan mengikuti jalannya sidang. Namun ada beberapa anggota keluarga yang mengikuti sidang setelah mendapat persetujuan dari aparat kepolisian.

Begitu sidang usai, puluhan anggota keluarga korban dan teman-temannya merangsek ke pintu keluar ruang sidang. Puluhan anggota polisi yang sudah berjaga-jaga, sedikit kewalahan untuk mengamankan para tersangka dari pukulan warga. Mereka bahkan mengejar para terdakwa sampai ke ruang tahanan sementara PNBB.

Sekalipun mendapat perlindungan dari aparat kepolisian, tak urung para terdakwa mendapat bogem mentah dari keluarga dan teman korban. Bahkan seorang di antaranya mengalami luka cakar dan memar di bagian dada, sementara pakaiannya sobek.

Keluarga korban sangat kecewa terhadap aparat kepolisian yang dianggap melindungi para terdakwa. Mereka mengungkapkan kekecewaanya dengan berteriak-teriak dan mengumpat.

Menurut Kapolsek Baleendah, AKP Susianti Rachmi, pihaknya sengaja menyiapkan sejumlah anggota kepolisian dibantu puluhan anggota Dalmas dari Polres Bandung. "Kami hanya menjalankan tugas agar jalannya sidang dan pascasidang berlangsung kondusif," tandasnya,

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusparli, S.H. membenarkan, sidang kali ini untuk mendengarkan ketetarangan dari para saksi. Mengenai ancaman hukuman bagi para terdakwa, Gusparli enggan menyebutkannya. Menurutnya, masalah tuntutan harus dikonsultasikan dulu dengan Kejaksaan Agung karena para terdakwa anak-anak di bawah umur.

Seperti diketahui, warga Kp. Rancabungar, RT 06/RW 05, Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kab. Bandung digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang mengambang dalam tong berwarna biru di Sungai Cisangkuy.

Kapolsek Baleendah, AKP Susianti Rachmi mengatakan, mayat tanpa identitas tersebut ditemukan pada Senin, 15 Juli lalu sekitar pukul 14.30 WIB oleh anak-anak yang sedang berenang di Cisangkuy.
(B.81)**