E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Rabu, 17 april 2013 00:21 WIB

SMPN 1 Pasirwangi Terancam Longsor

GARUT (GM) - Sebuah tebing di Kampung/Des./Kec. Pasirwangi, Kab. Garut terus-menerus dilanda abrasi. Akibatnya, bangunan SMP Negeri 1 Pasirwangi dan sejumlah rumah warga yang berdiri tak jauh dari tebing terancam longsor.

Tebing tersebut berada pada ngarai yang ukurannya dari waktu kewaktu semakin membesar akibat permukaan tanah yang terus longsor. Semakin lama, bibir tebing semakin mendekati bangunan sekolah dan permukiman warga. Jika tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan bangunan sekolah dan permukiman akan terbawa longsor.

Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kab. Garut, Uu Saefudin, tidak ada upaya lain yang bisa dilakukan untuk menanggulangi kondisi itu, selain merelokasi bangunan sekolah dan permukiman penduduk ke tempat yang lebih aman. Upaya itu dilakukan untuk menghindari timbulnya bencana yang bisa menelan korban.

"Selama ini kami hanya melakukan antisipasi dengan cara memasang beronjong kawat dan karung berisi tanah penahan tebing supaya tidak longsor. Namun upaya itu memerlukan bahan dengan jumlah sangat banyak sehingga dianggap tidak efektif," jelas Uu saat ditemui, Selasa (16/4).

Lebih jauh Uu mengatakan, idealnya tebing dengan kedalaman sekitar 50 meter tersebut dipasangi tembok beton. Tetapi, upaya itu memerlukan anggaran yang sangat besar, yakni di atas Rp 5 miliar. Anggaran sebesar itu tidak sebanding dengan nilai aset yang harus diselamatkan. Maka dari itu, langkah yang paling tepat adalah relokasi.

"Berdasarkan perhitungan, biaya relokasi sekolah dan rumah warga jauh lebih murah bila dibandingkan dengan membangun kirmir beton penahan tebing. Maka dari itu, daripada membangun kirmir beton dengan anggaran di atas Rp 5 miliar, lebih baik merelokasi sekolah dan rumah warga. Terlebih, biaya pembangunan kirmir tidak cukup hanya mengandalkan anggaran dari APBD Kab. Garut," imbuhnya.

Dikatakan, meluasnya ngarai terjadi akibat permukaan tebing yang terus-menerus longsor. Selain kontur tanahnya labil, juga disebabkan tekanan air. Ngarai tersebut akan terus meluas dan mendekati bangunan. Saat ini jarak bibir jurang dengan bangunan sekitar 20 meter. Bahkan sebelumnya longsoran jurang sempat merusak rumah dan musola.
(B.121)**