E-PAPER
ARSIP
kabar utama
Rabu, 06 februari 2013 00:31 WIB

Teh Arab "Khat" Kandung Narkoba

SOEKARNO HATTA (GM) - Pihak kepolisian memastikan bahwa pohon khat atau lebih dikenal sebagai teh Arab yang berada di kawasan Puncak, Bogor, mengandung zat psikotropika jenis cathinone alias katinona.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol. Hafriyono kepada wartawan di ruang kerjanya Mapolda Jabar, Jln. Soekarno-Hatta Bandung, Selasa (5/2) menjelaskan, kepastian pohon khat mengandung narkoba didapat melalui sampel yang diteliti di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. Hasilnya, ternyata tanaman tersebut mengandung senyawa kimia katinona dan katina serta tergolong dalam lampiran UU Narkotika.

"Hasil penelitian, teh Arab memang mengandung senyawa kimia katinona dan katina," ujarnya.

Dikatakan Hafriyono, senyawa kimia katinona termasuk dalam lampiran UU Narkotika No. 35/2009 dan masuk dalam golongan 1 nomor urut 35. Sedangkan katina masuk dalam lampiran UU Psikotropika No. 5/1997 golongan 3 nomor urut 6.

Sebelumnya, jajaran Polda Jabar bersama Polres Bogor mengamankan puluhan ribu pohon khat dari tiga tempat di Kampung Inpres, Pasir Kuwu RT 01/RW 05 Desa Cibiru, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Di tempat tersebut, pihak kepolisian juga mengamankan beberapa pohon berjenis tangkai hijau dan tangkai merah. Selanjutnya untuk memastikan dugaan kandungan cathinone pihak kepolisian membawanya ke Puslabfor Mabes Polri.

"Tiga orang telah kami mintai keterangan, tapi tidak dijadikan tersangka. Mengingat kami masih telusuri sejak kapan dia menanam dan untuk alasan apa dia menanam," terang Hafriyono.

Jajaran Polda Jabar dan Polres Bogor langsung menuju lokasi penanaman pohon guna meninjau sekaligus memasang garis polisi di sekitar lokasi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun "GM", penggunaan katinona secara berlebihan dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, gelisah, lekas marah, insomnia, halusinasi, dan serangan panik.

Selain itu, para pengguna kronis berisiko terkena gangguan kepribadian dan menderita infark miokard (ketidakseimbangan otot jantung).
(B.46)**