E-PAPER
ARSIP
kabar bandung
Sabtu, 02 februari 2013 01:21 WIB

Guru Honorer LSB Layangkan Petisi ke Wali Kota

Tunjangan Tidak Merata

WASTUKANCANA (GM) - Belasan guru honorer sekolah luar biasa (SLB) di Kota Bandung berunjuk rasa di halaman Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Jumat (1/2). Selain berorasi, mereka menyampaikan petisi pencairan dana hibah untuk guru honorer SLB yang disampaikan pada Wali Kota Bandung, Dada Rosada.

Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung, Yanyan Herdiyan mengatakan, hibah tahun 2012 ditujukan bagi 17.214 guru honorer. Jumlah tersebut sudah termasuk 230 guru honorer SLB. Namun sayangnya, guru honorer SLB ini tidak memperoleh haknya karena mereka tidak termasuk dalam perwal hibah insentif guru honorer (tunda).

"Ada satu orang guru honorer SLB yang cair satu tahun penuh dan 14 guru honorer yang hanya mendapatkan tunjangan hibah ini sebagian saja. Sisanya tidak memperoleh haknya," ungkap Yanyan, kemarin.

Padahal saat ini masih ada dana hibah untuk guru honorer sebesar Rp 1,1 miliar. Daripada dikembalikan ke kas daerah, lebih baik dana yang masih ada ini diberikan pada guru honorer SLB yang memang berhak mendapatkannya. Dana hibah tahun 2012 ini dikelola PGRI Kota Bandung.

"Karena itu, para guru honorer SLB menyampaikan petisi pada Wali Kota Bandung untuk memberikan perintah agar dana hibah guru honorer yang saat ini masih tersisa, yaitu Rp 1,1 miliar, tidak dikembalikan ke kas daerah. Tetapi diberikan pada guru-guru honorer ini," kata Yanyan.

Salah seorang guru honorer SLB yang mengajar di SLB Sumber Sari, Yani Nurlela mengaku mendapat tunjangan daerah sebesar Rp 2,9 juta per tahun. "Ada sebagian guru yang cair, tapi enggak rata. Ada yang hanya sesi satu, sesi dua tapi sesi tiganya tidak. Atau sesi satu tidak, tapi sesi dua dan tiganya dapat. Saya berharap, semua guru honorer mendapat tunjangan ini," tandasnya.

Sementara Yanti dari SLB Gemilang, mengaku tidak memperoleh honor meski sudah mengajar sejak 2009. Padahal, ia sudah menyerahkan syarat-syarat sejak tahun 2011 berupa fotokopi ijazah, SK mengajar, SK yayasan, dan rekening.

"Saya sudah kumpulkan datanya, cuma enggak dapat. Enggak tahu berapa tunjangan yang didapat guru, bingung karena saya enggak dapat," kata Yanti yang ikut menyuarakan aspirasinya.
(B.95)**