E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Senin, 29 april 2013 01:50 WIB

Proyek Tol Cikopo

Warga Pertahankan Sumur Keramat

SUBANG (GM) - Pelaksanaan clearland proyek jalan Tol Cikopo-Palimanan untuk interchange di daerah Sukamelang, Subang terpaksa dihentikan, terutama di lokasi sumur yang dikeramatkan warga. Ada penolakan untuk pengurukan, apalagi jika dihilangkan, karena sudah sejak turun temurun sumur tersebut bermanfaat bagi sebagian warga yang mempercayainya.

Lurah Sukamelang, Ika Koswara didampingi Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Nana Kusmana yang ditemui, Minggu (28/4) sore membenarkan, sumur bulan-bulan yang merupakan sumur buhun masih dipertahankan warga di lingkungan RW 03. "Kami sendiri tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa memfasilitasi keinginan warga dengan pemangku kebijakan dari pihak tol," katanya.

Ia menyatakan, dari beberapa kali pertemuan dengan warga belum ada kesepakatan karena mereka bersikukuh dengan keyakinannya. Kalaupun terpaksa makan dibuat semacam terowongan khusus tanpa mengubah posisi sumur. Sedangkan bagi pihak tol dan Bina Marga Provinsi Jabar, tidak mungkin dapat dipenuhi karena sesuai aturan di bawah jalan tidak boleh ada kegiatan, apalagi terowongan. "Akhirnya seorang tokoh memberikan solusi dengan membuat joglo dan airnya dialirkan serta pihak tol memberikan kompensasi," kata Ketua LPM Kel. Sukamelang, Iyang.

Ketua RW 03 Kelurahan Sukamelang, Suhwali yang dihubungi terpisah membenarkan hingga saat ini tuntutan warga berkaitan dengan sumur keramat atau buhun masih belum tuntas. "Pertemuan terakhir kita sudah agak melunak dengan opsi membuat tempat yang tumaninah untuk yang ziarah ke sumur tersebut, sedangkan konpensasinya masih dipikir-pikir oleh pihak Tol Cipali," kata Suhwali.

Dijelaskan, di daerahnya tidak kurang 10 rumah terlintasi rencana jalan tol karena masuk lokasi interchange. Di samping lahan sawah dan sumur bulan-bulan yang dikeramatkan warga. "Air dari sumur itu banyak yang percaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit sehingga tidak sedikit warga dari jauh pun memanfaatkannya," ungkapnya.

Jadi, katanya, bila keinginan warga dipenuhi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Kalau sudah sepakat, semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena yang namanya hal gaib, kita sendiri tidak mengetahuinya," tambah Suhwali.

Jalur jalan Tol Cipali di wilayah Subang merupakan jalur terpanjang sehingga dalam pendataan dan pelaksanaan pembayarannya pun dibagi menjadi 3 paket. Paket 1 berada di 8 desa, yaitu Karang Mukti, Wantilan, Sawangan, Caracas, Marengmang, Kaliangsana, Wanakerta, dan Curuluk. Paket 2 meliputi Batusari, Balimbing, Cidahu, Jabong, Cisaga, dan Sukamelang. Sedangkan Paket 3 terdiri atas Gembor, Wanasari, Cibogo, Padaasih, dan Sumur Barang.
(B.76)**