E-PAPER
ARSIP
kabar utama
Jumat, 15 februari 2013 00:09 WIB

Wartel Jadi Tempat Mandi Uap

PESATNYA teknologi telekomunikasi saat ini, praktis telah mematikan jasa warung telekomunikasi (wartel). Tidak heran usaha wartel yang booming di tahun 2000-an, kini sebagian telah mati. Maka imbasnya, saat ini banyak boks KBU/wartel yang kini menjadi barang rongsokan.

Namun di tangan kreatif Hendra atau yang akrab disapa Uda, warga Kp. Paniisan, Karya Bakti 8 No. 165, Kel. Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah, boks wartel ini disulap menjadi tempat mandi uap tradisional. Usahanya tersebut ternyata mendatangkan rupiah yang lumayan.

Melalui idenya yang sederhana, boks yang terdiri dua pintu itu dipasangi pipa yang terhubung dengan teko berisi rempah-rempah. Untuk mengoperasikannya, aneka rempah-rempah yang berkhasiat obat itu dimasukkan ke dalam teko lalu direbus. Setelah mendidih, uapnya masuk melalui pipa yang dihubungkan ke setiap kamar.

"Mandi uap ini memiliki banyak khasiat seperti melancarkan peredaran darah, memperlancar pernapasan, meredakan influenza, mengencangkan kulit, dan khasiat lainnya tergantung pemilihan rempah-rempah yang dipilih oleh pasiennya," katanya.

Uda menyampaikan, lamanya mandi uap selama 30 menit. Untuk dewasa dikenakan tarif Rp 10 ribu, sedangkan anak-anak Rp 7.000. Setelah mandi uap, pasien pun dapat memanjakan tubuhnya dengan dipijat. "Untuk tarif pijat tergantung pasiennya mau memberi berapa lama pijatan sekitar 1 jam dengan tarif antara Rp 39 ribu-Rp 50 ribu," tambahnya.

Uda mengaku, baru beberapa bulan membuka usaha mandi uap ini. Adapun ide usahanya tersebut berawal dari tradisi keluarga yang selama ini sering mengobati sakit dengan mandi uap.

"Untuk bahan rempah-rempahnya adalah warisan dari keluarga secara turun-temurun. Sedangkan konsep mandi uapnya sendiri ingin memanfaatkan tempat saja. Daripada menjadi rongsokan, lebih baik saya kelola dengan mengubahnya sebagai tempat mandi uap," jelasnya.

Uda menyebutkan, meskipun tidak tampak antrean pasien, namun dalam sehari rata-rata ada dua-lima orang pasien. "Tidak hanya orang sakit, orang sehat pun banyak yang sengaja datang untuk mandi uap. Karena memang sehat dan keringatnya bisa keluar semua," tambah Uda.

Tertarik merasakan mandi uap atau terinspirasi membuka usaha semacam ini? Tidak salah untuk belajar dan meniru kreativitas Uda. Buktinya, dengan ide kreatifnya, barang rongsok pun menjadi lebih bernilai dan tepat guna.
(cucu sumiati/"GM")**